Editor/penulis : Subar98
Dunia ini boleh kita halalkan semuanya dan takkan saling menuntut di akhirat tapi bila di Padang Mahsyar, bau neraka pun sudah kita tercium walaupun jaraknya 500 Tahun perjalanan lagi, semua orang dalam ketakutan dan semua orang takkan terlepas dari tuntut menuntut. Orang Lelaki paling banyak dituntut di akhirat. Isterinya, anaknya, sama ayah, mertuanya dan adik-beradik perempuannya (walaupun sudah berkawin). Jika ramai isterinya, maka ramailah isterinya yang akan menuntut segala pahala darinya. Jika ramai anaknya, maka ramailah anaknya yang akan menuntut pahalanya di akhirat. Begitu juga ibu bapaknya, walaupun di dunia ini tidak menjaga ibu/bapak yang sakit, maka ayah kata dia ridho tapi di akhirat nanti semuanya akan dituntut. Jika ada mertua tapi tidak menjaga hak mertua di akhirat, juga akan dituntut kelak. Jika punya adik beradik perempuan, mereka juga akan menuntut pahala darinya, sampai habis dan tak cukuplah pahala orang lelaki, lalu berpindahlah dosa-dosa orang yang menuntut itu pada orang lelaki itu, kata Ustazah Asma' Harun.
Di akhirat, suami pun akan saling menuntut pada isterinya. Anak-anak pun akan saling menuntut pada sama ayahnya. Adik-beradik perempuan akan saling menuntut dengan kakaknya. Mertua pun akan saling tuntut menuntut pada menantunya, kawan-kawan pun akan saling tuntut menuntut pada kawan-kawannya. Dunia ini semuanya nampak simple dan ramai yang ambil mudah. Contoh suami sedang tidur walaupun sudah masuk waktu solat. Istri harus membangunkan suami bangun dan solat sebab di akhirat nanti, suami akan tuntut kenapa istri tak membangunkan suami yang sedang tidur. Dunia ini kita nampak kecil di benda ini tapi di akhirat nanti sebesar-besar kuman pun suami akan tuntut isteri.
Dunia ini jika suami membiarkan istri-istri mereka saling umpat mengumpat, berbicara buruk tentang orang lain, tidak menutup aurat, tidak solat, tidak berpuasa dan sebagainya, di akhirat nanti para istri akan saling tuntut menuntut pada suami sebab tidak menegur dan melarang dari melakukan dosa. Itu belum lagi dalam berkawan, jika kita ada ilmu agama, kita tidak sampaikan pada kawan-kawan, kita biarkan kawan-kawan kita dalam kealpaan dunia, kita tak melunaskan tanggungjawab sebagai seorang kawan, di akhirat nanti kawan-kawan akan datang menuntut haknya dari kita. Hidup kita didunia ini semuanya akan dihisab walaupun dalam Facebook. Jangan ingat alam maya, Allah tak hitung amalan kita. Apa saja walau sekecil-kecil kuman amalan kita akan dihisab. Seorang perempuan beragama Islam yang mendedah aurat jika tiada satu pun kawan-kawannya yang menegur dia untuk menutup aurat, di akhirat nanti semua kawan-kawannya akan ditanya Allah kenapa tidak menegur kawan untuk supaya dia menutup aurat dan kawan yang tidak tutup aurat itu akan menuntut semua pahala dari kawan-kawannya yang tidak menegurnya.
Dunia ini boleh kita halalkan semuanya dan takkan saling menuntut di akhirat tapi bila di Padang Mahsyar, bau neraka pun sudah kita tercium walaupun jaraknya 500 Tahun perjalanan lagi, semua orang dalam ketakutan dan semua orang takkan terlepas dari tuntut menuntut. Orang Lelaki paling banyak dituntut di akhirat. Isterinya, anaknya, sama ayah, mertuanya dan adik-beradik perempuannya (walaupun sudah berkawin). Jika ramai isterinya, maka ramailah isterinya yang akan menuntut segala pahala darinya. Jika ramai anaknya, maka ramailah anaknya yang akan menuntut pahalanya di akhirat. Begitu juga ibu bapaknya, walaupun di dunia ini tidak menjaga ibu/bapak yang sakit, maka ayah kata dia ridho tapi di akhirat nanti semuanya akan dituntut. Jika ada mertua tapi tidak menjaga hak mertua di akhirat, juga akan dituntut kelak. Jika punya adik beradik perempuan, mereka juga akan menuntut pahala darinya, sampai habis dan tak cukuplah pahala orang lelaki, lalu berpindahlah dosa-dosa orang yang menuntut itu pada orang lelaki itu, kata Ustazah Asma' Harun.
Di akhirat, suami pun akan saling menuntut pada isterinya. Anak-anak pun akan saling menuntut pada sama ayahnya. Adik-beradik perempuan akan saling menuntut dengan kakaknya. Mertua pun akan saling tuntut menuntut pada menantunya, kawan-kawan pun akan saling tuntut menuntut pada kawan-kawannya. Dunia ini semuanya nampak simple dan ramai yang ambil mudah. Contoh suami sedang tidur walaupun sudah masuk waktu solat. Istri harus membangunkan suami bangun dan solat sebab di akhirat nanti, suami akan tuntut kenapa istri tak membangunkan suami yang sedang tidur. Dunia ini kita nampak kecil di benda ini tapi di akhirat nanti sebesar-besar kuman pun suami akan tuntut isteri.
Dunia ini jika suami membiarkan istri-istri mereka saling umpat mengumpat, berbicara buruk tentang orang lain, tidak menutup aurat, tidak solat, tidak berpuasa dan sebagainya, di akhirat nanti para istri akan saling tuntut menuntut pada suami sebab tidak menegur dan melarang dari melakukan dosa. Itu belum lagi dalam berkawan, jika kita ada ilmu agama, kita tidak sampaikan pada kawan-kawan, kita biarkan kawan-kawan kita dalam kealpaan dunia, kita tak melunaskan tanggungjawab sebagai seorang kawan, di akhirat nanti kawan-kawan akan datang menuntut haknya dari kita. Hidup kita didunia ini semuanya akan dihisab walaupun dalam Facebook. Jangan ingat alam maya, Allah tak hitung amalan kita. Apa saja walau sekecil-kecil kuman amalan kita akan dihisab. Seorang perempuan beragama Islam yang mendedah aurat jika tiada satu pun kawan-kawannya yang menegur dia untuk menutup aurat, di akhirat nanti semua kawan-kawannya akan ditanya Allah kenapa tidak menegur kawan untuk supaya dia menutup aurat dan kawan yang tidak tutup aurat itu akan menuntut semua pahala dari kawan-kawannya yang tidak menegurnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar